inget ngopi inget oldfriend an oldschool

" kalau ada kopi di mba Kun, boleh kita menumpang sruput.." tapi ga selalu harus dibangku semen itu sih, jadi dalam kesempatan posting kali ini saya sedang menikmati kopi hitam dan "sesajennya" lalu.. mau tidak mau, suka tidak suka pasti teringat kawan-kawan baik jaman kuliah dahulu , bersama Kibo, EdosKobeJajaEye dan Bono. intensitas "ngopi" bersama mereka cukup tinggi dan sangat "addict". Kibo sesekali saya sambangi ke padepokannya di Kranggan Pondok Gede dan meng"killing" time lagi-lagi suguhannya kopi hitam, Kobe terakhir saya temui di daerah sekitar citraraya Tangerang, sama juga, suguhannya kopi lagi. Jaja kadang-kadang di ujung telepon tapi yg dibahas seringnya soal TUNPUS tapi terakhir ketemu di kendurinya Agung gedibal alhamdulillah "ngopi" bareng juga dipojokan gedung. Eye paling intens sama Yahoo messenger, voice call, masih membanggakan modem haier-nya yg awet itu, dan sambil chat sambil "ngopi" juga kok. terakhir Bono, Ga tau kemana ini orang.. padahal dulu diGriya satria setiap pagi "greetingnya': "geus ngopi dol?". satu lagi saudara sepupu saya Dhendi, ritual menikmati kopinya sungguh seakan-akan sedang merayakan "sesuatu" entah selebrasi apa? dan kualitas suhu kopinya dari mulai dalam keadaan mendidih hingga sedingin suhu ruangan tidak menjadi masalah besar baginya, adalah lebih menjadi masalah besar baginya jika kehadiran cangkir kopi itu menjadi Ghaib.

Begitupun setiap menyambangi Geugeu di Cijati, tawaran "ngopi" lebih didahulukan daripada ngopi nu anyar pesanan Dian Ojo :)) atau suasana mudik bersama bos Bank BJB Dido yang mengemas ritual "ngopi-ngopi aja" menjadi sebuah reuni kecil. 

Itulah yang bisa disampaikan jika ada seseorang yang meminta penjelasan tentang kopi hitam untuk malam ini, jika ingin tahu filosofi kopi bacalah bukunya "Dee", jika ingin tau jenis-jenis kopi dan tetek bengeknya ya googling aja lah ya.. tapi jika ditanya apa yang terlintas dalam pikiran saya? saat ramuan biji kopi pilihan itu menjadi pelipur lara, pelarian dari nestapanya kegetiran yang menimpa dan suatu saat dalam ramuan yang sama, juga bisa dijadikan selebrasi atas sesuatu yang telah diraih, merayakan pertemuan, melengkapi situasi santai dan menjadi bagian pelengkap dari pembicaran segala topik. tiada akhir untuk yg ini, udah "ngopi?" ;)

6 komentar:

  1. Kamu ibarat kopi...bikin hatiku ga bs merem melihatmu ;p

    BalasHapus
  2. Kamu bagaikan kopi...selalu menubruk2 hatiku..ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮

    BalasHapus
  3. Kamu ibarat kopi pagi..bikin mules!!

    BalasHapus
  4. kamu pekat sepekat kopi tadi malam ,pahit dan dirindukan

    BalasHapus
  5. yaah, malah gombal-gombalan.. :D

    BalasHapus

Recent comment